Tadarus
Q.S. Al
Hadid : 25
لَقَدْ
أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ
وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنْزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ
بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ
وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
Artinya : “Sesungguhnya Kami telah mengutus
Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan
bersama mereka Al kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan
keadilan. dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan
berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan
supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya
Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha
Perkasa".
AGAMA ISLAM
A. PENGERTIAN IMAN KEPADA KITAB-KITAB
ALLAH
Kitabullah
adalah kumpulan wahyu-wahyu Allah SWT yang disampaikan kepada para rasul yang
mengandung petunjuk dan kebenaran. Ajaran-ajaran dalam
kitabullah tersebut sesuai dengan zamannya. Oleh karena isi katab-kitab
tersebut hanya sesuai untuk zamannya masing-masing, maka isi kitabullah yang
satu berbeda dengan yang lain.
Iman kepada kitab-kitab Allah artinya mempercayai dan meyakini
dengan sepenuh hati bahwa Allah swt telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada
para rasul utusan-Nya yang berisi petunjuk kepada jalan kebenaran agar manusia
mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Orang
beriman wajib percaya bahwa Allah menurunkan kitab-Nya kepada para rasul,
seperti kitab Taurat kepada Nabi Musa a.s, kitab Zabur kepada Nabi Daud a.s,
kitab Injil kepada Nabi Isa a.s, dan kitab Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad saw.
Karena itu pada dasarnya kitab-kitab Allah tersebut satu sama lain ada
kaitannya. Contoh hubungan Al Qur’an dengan kitab Allah SWT lainnya
ialah :
a. Menjadi
saksi tentang kebenaran adanya kitab-kitab Allah SWT sebelumnya
(Q.S. Al
Maidah : 48)
b. Menjawab
dan menyelesaikan perbedaan-perbedaan pendapat para penganut agama sebelumnya (Q.S.
An Nahl : 64)
c. Mengoreksi
kitab Allah SWT sebelumnya yang sudah dirubah oleh manusia yang ingkar. Contoh
:
1)
Tentang ajaran Trinitas (Q.S. Al Maidah : 73)
2)
Tentang Nabi Isa a.s. (Q.S. Ali ‘Imraan : 49 -59)
3)
Tentang penyaliban Nabi Isa a.s. (Q.S. An Nisa : 157-158)
Dengan demikian jelas bagi kita bahwa
kedudukan kitab-kitab Allah itu adalah sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi
manusia. Sebagaimana dinyatakan dalam firman Allah pada Surah Al-Baqarah
sebagai berikut:
ذَلِكَ
الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ
Artinya: “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada
keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. (Q.S. Al-Baqarah: 2)
Sebagai
petunjuk dan pedoman hidup, dalam kitab tersebut dijelaskan tentang tata cara
hubungan manusia dengan Allah swt, hubungan manusia dengan dirinya sendiri,
hubungan manusia dengan sesama manusia, dan hubungan manusia dengan alam
lingkungannya.Kewajiban orang mukmin adalah beriman kepada seluruh kitab-kitab
Allah swt, sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat
285. Oleh karena antara kitab satu dengan kitab yang lainnya saling terkait.
Disamping
Allah menurunkan kitab-kitab-Nya, Allah juga menurunkan suhuf-suhuf kepada para
rasul-Nya. Misalnya kepada Nabi Idris, Ibrahim, Musa, dan lainnya. Suhuf
adalah wahyu Allah yang disampaikan kepada rasul, tetapi masih berupa
lembaran-lembaran yang terpisah. Persamaan dan perbedaan antara kitab dan
suhuf yaitu :
Persamaan :
Kitab dan
suhuf sama-sama berasal dari wahyu Allah SWT
Perbedaan :
1) Isi
kitab lebih lengkap dari pada suhuf
2) Kitab
dibukukan, sedangkan suhuf tidak dibukukan
Di antara
suhuf yang diterima para rasul ialah :
1) Nabi
Syits a.s. menerima wahyu 60 suhuf
2) Nabi
Ibrahim a.s. menerima wahyu 30 suhuf
3) Nabi
Musa a.s. menerima 10 suhuf , di samping beliau mendapat kitab Taurat.
Menurut
pendapat yang masyhur, jumlah kitab Allah sebanyak 104 kitab. Ada juga yang
berpendapat kitan Allah SWT berjumlah 114. Menurut Syeikh Suhaimi, banyaknya
kitab itu tidak dapat dihitung sehingga kita hanya diwajibkan beriman kepada 4
kitab, Taurat, Zabur, Injil, dan Al Qur’an.
B. DASAR
BERIMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT.
Sebagai
rukun iman yang ketiga, iman kepada Kitab-kitab Allah SWT ini memiliki landasan
(dalil) dalam pengambilan hukumnya. Sehingga bagi setiap orang muslim
wajib ain hukumnya beriman kepada kitab-kitab Allah itu. Di antara dalil yang
menunjukkan adanya kewajiban iman kepada kitab-kitab Allah SWT yaitu :
a. Q.S.
Al-Baqarah’ ayat 136
قُولُوا
آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ
وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى
وَعِيسَى وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ
مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
Artinya: “Katakanlah (hai orang-orang
mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami,
dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya,
dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada
nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara
mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".
d. Hadits
ﻋَﻦْﺣُﻤَﻴْﺪﺑﻦﻋﺒﺪﭐﻟﺮﺣﻤﻦﭐﻟﺤﻤﻴﺮﻱﻗﺎﻝﻗﺎﻝﺭﺳﻮﻝﭐﷲﺹﻡﭐﻹِْﻳْﻤَﺎﻥُأَﻥْﺗُﺆْﻣِﻦَﺑِﺎﷲِ
ﻭَﻣَﻠٰﺌِﻜَﺘِﻪِﻭَﻛُﺘُﺒِﻪِﻭَﺭُﺳُﻠِﻪِﻭَﭐﻟْﻴَﻮْﻡِﭐﻵْﺧِﺮِﻭَﺗُﺆْﻣِﻦَﺑِﺎﻟْﻘَﺪَﺭِﺧَﻴْﺮِﻩِﻭَﺷَﺮﱢﻩِ
Artinya :
“Dari Humaid bin Abdurrahman Al Humairi berkata, telah bersabda Rasulullah
SAW : ‘’Iman itu ialah engkau percaya kepada Allah SWT,
malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan
percaya kepada qadar yang baik dan buruk’’. (H.R. Muslim).
Sumber :
http://syaunarahman.wordpress.com/2011/02/18/standar-kompetensi-8-meningkatkan-keimanan-kepada-kitab-kitab-allah-swt-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar